Kriminal dan Kecelakaan Marak, Pemko Batam Siapkan Tambahan 10 CCTV di Area Rawan

3
Oplus_16908288

Batam, desaintoday.com – Kebutuhan kamera pengawas di Batam meningkat seiring munculnya sejumlah kasus pencurian dan kecelakaan di berbagai kawasan. Sepanjang 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menerima 10 usulan pemasangan CCTV dari lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Panjaitan, mengatakan usulan tersebut datang dari masyarakat maupun wilayah yang dianggap rawan tindak kriminal dan kecelakaan.

“Ada 10 usulan yang masuk, termasuk di lokasi yang rawan kecelakaan dan pencurian,” ujar Rudy, Selasa (11/8/2026).

Beberapa usulan berasal dari kawasan Nongsa dan Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk. Dua wilayah tersebut dinilai membutuhkan tambahan pengawasan karena aktivitas masyarakat dan lalu lintas yang cukup tinggi.

Namun, banyaknya usulan belum serta-merta diikuti pemasangan kamera baru. Pemko Batam belum mengalokasikan pengadaan CCTV tambahan pada 2026.

Pemerintah saat ini memilih memaksimalkan perangkat yang sudah tersedia. Perawatan dan memastikan kamera tetap terhubung dengan sistem pemantauan menjadi prioritas agar CCTV yang telah terpasang tidak sekadar menjadi perangkat di pinggir jalan, tetapi benar-benar bisa digunakan ketika terjadi persoalan.

Rudy mengatakan penambahan CCTV baru direncanakan masuk dalam program 2027. Pemerintah menargetkan pemasangan di delapan lokasi fasilitas publik, terutama pada ruas jalan yang dinilai membutuhkan pengawasan.

“Kita rencanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran,” katanya.

Biaya pembangunan satu titik CCTV juga tidak kecil. Rudy memperkirakan kebutuhan anggaran untuk satu titik lengkap berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta. Nilai tersebut bergantung pada perangkat dan kebutuhan infrastruktur pendukung di lokasi.

Karena itu, usulan pemasangan tidak bisa seluruhnya direalisasikan sekaligus. Pemerintah perlu menentukan lokasi yang paling membutuhkan berdasarkan tingkat kerawanan, kondisi lalu lintas, serta kemampuan anggaran daerah.

Baca juga :  Pemko Batam Verifikasi Penyusunan Kebutuhan dan Pengelolaan Jabatan Fungsional

Saat ini, Pemko Batam memiliki 48 unit CCTV yang tersebar di 24 lokasi prioritas.

Kamera-kamera tersebut dipantau selama 24 jam melalui ruang kontrol Diskominfo di Kantor Wali Kota Batam. Dari ruangan itu, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas dan aktivitas di sejumlah ruang publik.

Keberadaan CCTV juga diharapkan membantu petugas ketika terjadi kecelakaan, tindak kriminal maupun keadaan darurat. Rekaman kamera dapat menjadi bahan pemantauan sekaligus membantu proses penanganan apabila terjadi sebuah kejadian.

Dengan jumlah usulan yang terus bertambah, pemerintah menghadapi persoalan yang cukup sederhana tetapi mahal: memilih titik mana yang harus lebih dulu diawasi.

Rencana penambahan delapan lokasi pada 2027 menjadi salah satu upaya Pemko Batam memperluas jangkauan pengawasan. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah.(*)