BP Batam Dorong Pembangunan Ekosistem Investasi, Belajar dari Kesuksesan SEICO Steel Vietnam

2
Oplus_16908288

Batam, desaintoday.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendorong percepatan pembangunan ekosistem investasi terintegrasi sebagai langkah konkret menindaklanjuti lima arahan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada Kepala dan Wakil Kepala BP Batam.

Dorongan ini muncul setelah BP Batam melakukan kunjungan kerja ke perusahaan konstruksi baja nasional Vietnam, SEICO Steel, yang dinilai menjadi contoh nyata keberhasilan sinergi antara kebijakan pemerintah dan pertumbuhan industri pendukung.

Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Harlas Buana Adang, mengatakan pengalaman Vietnam memberikan pelajaran penting bagi Batam dalam mengimplementasikan lima arahan Presiden secara lebih terukur.

Kelima arahan tersebut mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian permasalahan pertanahan, optimalisasi sektor-sektor strategis, serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi yang kompetitif.

“Keberhasilan Batam pada masa depan tidak hanya diukur dari banyaknya investor yang masuk, tetapi dari kemampuan membangun ekosistem investasi yang mampu melahirkan rantai pasok industri yang utuh,” kata Harlas dalam keterangan tertulis, Jumat 31 Juli 2026.

SEICO Steel merupakan perusahaan nasional Vietnam yang bergerak di bidang engineering, fabrikasi struktur baja, dan konstruksi bangunan industri. Perusahaan ini berperan besar dalam pembangunan fasilitas manufaktur, gudang, pusat logistik, hingga kawasan industri yang menopang pertumbuhan ekonomi Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Harlas, pertumbuhan pesat SEICO Steel bukan semata hasil kapasitas internal perusahaan, melainkan buah dari keberhasilan pemerintah Vietnam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Pemerintah setempat secara konsisten menyediakan kawasan industri siap investasi, memberi kepastian hukum atas lahan, mempercepat proses perizinan, membangun infrastruktur pendukung, serta aktif menjaring investasi asing.

Masuknya perusahaan manufaktur global ke Vietnam kemudian menciptakan permintaan besar terhadap pembangunan pabrik, gudang, dan infrastruktur industri lainnya. Dalam situasi itulah perusahaan seperti SEICO Steel tumbuh secara alami sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional.

Baca juga :  Kesan Fary Francis, Utusan Presiden Prabowo yang Hadiri Langsung Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan

“Industri pendukung tidak dapat tumbuh tanpa kehadiran investor utama. Sebaliknya, ketika pemerintah berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif, perusahaan-perusahaan lokal akan berkembang untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut,” ujar Harlas menjelaskan pola yang terjadi di Vietnam.

Harlas menilai Batam memiliki karakteristik yang mendukung untuk membangun ekosistem serupa. Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, Batam memiliki lokasi strategis di jalur perdagangan internasional, infrastruktur industri yang relatif lengkap, serta kewenangan khusus dalam pengelolaan kawasan.

Dalam beberapa tahun mendatang, pertumbuhan investasi di sektor elektronik, semikonduktor, pusat data, kendaraan listrik, energi, logistik, galangan kapal, dan industri maritim diperkirakan akan mendorong kebutuhan pembangunan fasilitas industri. Kondisi ini membuka peluang bagi berkembangnya perusahaan pendukung di bidang konstruksi industri, fabrikasi baja, engineering, logistik, dan utilitas.

Namun, Harlas mengingatkan bahwa peluang tersebut hanya dapat terwujud jika Batam mampu menghadirkan kepastian bagi investor, mulai dari kejelasan status lahan, pelayanan perizinan yang cepat, infrastruktur memadai, regulasi yang sederhana, hingga keberlanjutan arus investasi sebagai sumber permintaan jangka panjang.

Harlas menegaskan lima arahan Presiden bukan program yang berdiri sendiri, melainkan satu kesatuan strategi. Peningkatan pertumbuhan ekonomi diwujudkan lewat masuknya investasi bernilai tambah dan penciptaan lapangan kerja baru. Penyederhanaan regulasi dilakukan melalui digitalisasi proses bisnis, integrasi pelayanan perizinan, dan kepastian waktu penyelesaian.

Sementara itu, penyelesaian masalah pertanahan menjadi fondasi penyediaan lahan siap investasi (ready-to-invest land) yang memiliki kepastian hukum, sesuai tata ruang, dan bebas konflik. Optimalisasi sektor strategis diarahkan pada pengembangan klaster industri seperti elektronik, semikonduktor, pusat data, kendaraan listrik, logistik, dan galangan kapal agar terbentuk rantai pasok yang saling mendukung.

Penguatan Batam sebagai destinasi investasi, lanjut Harlas, akan ditempuh melalui promosi investasi yang lebih terarah, pembangunan kawasan industri modern, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan citra Batam sebagai kawasan investasi kompetitif di tingkat regional maupun global.

Baca juga :  Kepala BP Batam Sambut Wali Kota Kupang, Dashboard Investasi Jadi Percontohan

Harlas menyimpulkan, keberhasilan menarik investor utama akan menghasilkan efek berganda berupa tumbuhnya industri pendukung, peningkatan investasi lanjutan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi kawasan.

Ia berharap kehadiran perusahaan sekelas SEICO Steel di Batam pada masa mendatang dapat menjadi indikator keberhasilan kawasan ini membangun rantai pasok industri yang kuat.

“Ketika ekosistem tersebut terbentuk, investasi akan berkembang secara berkelanjutan, industri pendukung akan tumbuh, dan Batam akan semakin kokoh sebagai pusat industri dan investasi berdaya saing di tingkat regional maupun global,” kata Harlas menutup pernyataannya.