Komisi III DPRD Kepri Tinjau Wilayah Langganan Banjir di Batam Kota

70

Desaintoday.com, Batam || Komisi III DPRD Kepulauan Riau meninjau lokasi banjir di jalan daerah Kampung Air, Batam Kota, Selasa (15/2/2023). Banjir yang terjadi Sehari sebelumnya tersebut yakni hari Senin melanda Perumahan Duta Mas, Legenda Bali, Legenda Malaka dan kawasan sekitarnya.

Banjir terjadi karena disebabkan adanya penyempitan saluran air dari daerah Kampung Air yang melalui Perumahan Duta Mas.

“Ada beberapa perumahan yang terdampak banjir semalam, karena saluran air yang berada di simpang Kampung air meluap karena derasnya debit air,” terang Ketua Komisi III Widiastadi Nugroho yang turun langsung kelapangan.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan jika hujan terjadi terus menerus, wilayah tersebut akan terus banjir karena saluran air yang ada tidak akan cukup menampung debit air yang datang dari sekitar wilayah Kampung Air.

“Hal ini menjadi gambaran buruknya sistem drainase saluran air tak hanya di daerah Batam Kota melainkan di Kota Batam juga. Ini yang harus diperbaiki pemerintah dan harus menjadi catatan,” tegasnya.

Widiastadi juga mengatakan bahwa permasalahan banjir ini nantinya akan dibawa ke Musrenbang tingkat Provinsi sehingga bisa dianggarkan penangannya di tahun 2024 nanti.

Sementara itu, Kabid SDA Dinas PUPR dan Pertanahan Provinsi Kepulauan Riau Andi Irawan mengatakan solusi agar tidak terjadi banjir lagi adalah dengan menambah saluran air baru.

“Harus buat di buat saluran air baru khususnya yang melalui Perumahan Duta Mas, saluran air yang ada saat ini sangat kecil sementara dari arah depan (samping jalan Kampung air) saluran airnya diperbesar,” terangnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan penambahan saluran air tersebut dengan panjang kurang lebih 350 meter dengan menggunakan boxculvert lebar 1,5 sampai 2 meter.

Baca juga :   Rudi Dorong Sekolah Wujudkan Generasi Berkarakter dan Kreatif

“Jadi nanti kita buat simpangan dari saluran air depan masuk melalui Perumahan Duta Mas dengan panjang sekitar 350 meter,” sebutnya.

Sementara untuk mengatasi banjir di Perumahan Legenda Bali dan Legenda Malaka, saluran air yang melalui dua perumahan tersebut sebaiknya dijadikan sungai dan dilakukan pendalaman hingga sampai di jalan utama Simpang Kepri Mall menuju Telaga Punggur. (redaksi).