Batam, desaintoday.com – Ketua DIman Sutiawan Serap Aspirasi Warga Tembesi Lestari: Infrastruktur, Air Bersih hingga Banjir Jadi SorotanPRD Provinsi Kepulauan Riau, “Iman Sutiawan”, menggelar pertemuan tatap muka atau reses tahap II dengan warga Kampung Tua Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu malam, 9 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Bola Tembesi Lestari ini dihadiri ratusan warga. Reses menjadi wadah langsung bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan pembangunan yang selama ini dihadapi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Sekupang, Kapolsek Sagulung, Camat Sagulung, dan sejumlah Lurah se Kecamatan Sagulung.
Sebelum membuka dialog, Iman Sutiawan menyampaikan kabar baik terkait ketenagakerjaan.
”Pemerintah Kota Batam sudah MoU dengan beberapa perusahaan di Batam. Untuk lulusan SMK dan SMA sederajat akan dipekerjakan setelah tamat sekolah. Ini sudah menjadi program pemerintah,” ujarnya.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, 4 keluhan utama paling banyak disuarakan warga Tembesi Lestari:
1. Infrastruktur jalan lingkungan* yang rusak
2. Terbatasnya akses air bersih*
3. Minimnya penerangan jalan umum*
4. Banjir saat hujan deras* akibat drainase yang belum memadai
Menanggapi hal itu, Iman menegaskan DPRD hadir bukan hanya untuk mendengar.
”Kami datang untuk mendengar. Apa yang jadi kebutuhan dasar warga di Tembesi Lestari ini akan kami catat dan dorong ke pemerintah provinsi maupun Kota Batam lewat fungsi budgeting dan pengawasan DPRD,” kata Iman.
Ia juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat sejak awal perencanaan. “Tanpa masukan dari bawah, program pembangunan rawan meleset dan tidak tepat sasaran,” tegasnya.
Tokoh masyarakat RT 02 dan Ketua LPM Tembesi Lestari mengapresiasi kunjungan Ketua DPRD Kepri.
”Sudah lama kami ingin sampaikan langsung. Semoga setelah reses ini ada tindak lanjutnya, terutama soal drainase, masalah banjir, penerangan jalan dan air bersih,” ucapnya.
Usai dialog, Iman berkomitmen akan memperjuangkan seluruh usulan warga. Hasil reses akan dibawa ke rapat komisi dan dikoordinasikan dengan OPD terkait agar bisa diakomodir dalam perencanaan pembangunan, dengan target realisasi paling lambat tahun anggaran 2028.
”Kami tidak ingin ini hanya jadi catatan. Harus ada progres nyata yang dirasakan warga,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan sembako secara simbolis kepada warga.
Reses ini merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah, agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. ( Sht007)
















