Batam, desaintoday.com – Indonesia menorehkan catatan gemilang dalam ajang FIBA U17 3×3 Championship 2026 yang digelar di Batam, Kepulauan Riau. Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tim Merah Putih juga berhasil menyapu bersih medali emas di kategori putra dan putri.
Capaian ini sekaligus memenuhi dua target utama Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi): sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. “Alhamdulillah, dua target kami dari PP Perbasi tercapai. Yang pertama, target sukses penyelenggaraan merampungkan semua agenda FIBA U17 3×3 Championship. Yang kedua, sukses prestasi. Kita telah mengawinkan gelar juara putra dan putri,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Perbasi, Rezki Wirmandi.
Rezki menegaskan, medali emas ini merupakan buah kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, manajer, hingga ofisial. Ia pun berharap pencapaian ini menjadi pijakan untuk pembinaan kelompok umur berikutnya. Ke depan, Perbasi akan terus memfokuskan pembinaan pada sektor junior, khususnya KU17, guna menghadapi berbagai agenda internasional seperti kejuaraan tingkat SEABA.
Di balik dominasi Indonesia, tersimpan tantangan besar yang harus dihadapi tim pelatih. Kepala Pelatih tim U17 3×3, Wahyu Widayat Jati, mengaku terkejut sekaligus bangga dengan hasil maksimal yang diraih anak asuhnya.
“Terus terang saya surprise, karena persiapan cuma dua minggu dan waktu seleksi banyak yang tidak memenuhi panggilan,” ungkap Wahyu, yang juga mengarsiteki Hangtuah Jakarta di IBL.
Wahyu, yang biasanya menangani tim U-23 seperti di ajang PON Jatim dan Asian Games, menyebut pengalaman pertamanya melatih level U-17 ini cukup menantang. Komposisi pemain yang berhasil diramu didominasi atlet asal Jakarta, dibantu talenta dari Semarang, Surabaya, dan Malang. Latihan selama dua pekan itu pun tidak berjalan mulus.
“Banyak yang berhalangan karena ikut Poprov, DBL, atau pertandingan lain. Seminggu pertama adalah tough week buat saya,” tambahnya. Sebagai bahan evaluasi, Wahyu berencana merumuskan rekomendasi fondasi pembinaan youth basketball agar proses rekrutmen pemain muda di masa depan lebih terarah.
Kesuksesan penyelenggaraan kejuaraan ini mendapat apresiasi tinggi dari tuan rumah. Ketua Umum Perbasi Kepulauan Riau, Suhadi, menilai event ini berjalan sangat baik dan berharap ajang serupa dengan partisipasi lebih besar dapat kembali digelar.
“Perbasi Kepri siap mendukung apabila PP Perbasi kembali menunjuk Kepulauan Riau sebagai tuan rumah event nasional maupun internasional, karena fasilitas olahraga yang kami miliki dinilai memadai,” tegas Suhadi.
Geliat pembinaan lokal di wilayah tuan rumah juga menunjukkan tren positif. Ketua Perbasi Kota Batam, Junico, mencatat saat ini terdapat sekitar 15 klub basket aktif di Batam yang rutin melakukan pembinaan atlet muda.
“Para pebasket di Batam rutin berlatih di enam lapangan basket yang tersedia, terutama pada akhir pekan. Bulan depan juga akan ada sejumlah kegiatan untuk terus meningkatkan pembinaan atlet daerah,” jelas Junico.
Keberhasilan Indonesia meraih dua medali emas di Batam menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan basket usia muda berjalan menjanjikan. Dominasi tim putra dan putri ini pun semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bola basket 3×3 di kawasan Asia Tenggara.(*)















