Langkah Baru Pemko Batam Menghadang Banjir Lewat Rumah Pompa

112
Oplus_16908288

Batam, Desaintoday.com – Pemko Batam membangun rumah pompa di Jodoh untuk mengatasi banjir yang kerap merendam kawasan padat. Langkah baru ini bagian dari penataan kota agar lebih tertib dan bebas genangan.

Debit air di kawasan Pasar Jodoh surut 10–15 sentimeter hanya dalam waktu 15 menit. Uji coba itu menjadi penanda selesainya pembangunan rumah pompa baru di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meninjau langsung fasilitas pengendali banjir tersebut pada Jumat, 3 Oktober 2025. Ia mengatakan sistem pompa dirancang agar air yang meluap bisa segera dibuang ke laut tanpa menunggu lama. “Pada uji coba, dalam 15 menit air sudah turun sekitar 10–15 sentimeter,” kata Amsakar.

Tim teknis, ujar dia, akan terus memantau kinerja pompa, terutama saat air laut pasang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan mesin bekerja optimal dan mampu menekan genangan air di kawasan padat aktivitas itu.

Amsakar menilai hasil uji coba cukup meyakinkan. Jika sistem terbukti efektif, pemerintah akan memperbanyak rumah pompa serupa di wilayah lain. “Kami sudah pelajari model serupa di Marunda. Jika berhasil di Batam, sistem ini akan diterapkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Fasilitas di Jodoh itu tidak hanya dilengkapi pompa utama, tetapi juga pompa lumpur dan pintu air. Kombinasi tersebut diharapkan memperkuat upaya pengendalian banjir, yang selama ini menjadi persoalan rutin di beberapa titik kota. Pembangunan rumah pompa menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam untuk menekan risiko genangan di wilayah rawan.

Selain memantau rumah pompa, Amsakar juga meninjau kawasan pelabuhan Batu Ampar. Ia menyoroti deretan kontainer yang diparkir di bahu jalan hingga menutup sebagian lajur. Kondisi itu dinilainya tidak wajar dan melanggar aturan.

Baca juga :  Wako dan Wawako Batam diwakili Kadis Kominfo Bangun Kohesi Sosial ditengah Heterogenitas Warga Batam

“Seharusnya jalan bisa digunakan empat lajur, tapi sekarang tinggal dua karena dipakai parkir kontainer. Ini mengganggu lalu lintas dan menimbulkan debu,” ujarnya.

Amsakar meminta aparat terkait, termasuk Dirpam, Deputi Kepelabuhanan, dan Dinas Perhubungan, segera menertibkan area tersebut. Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak menjadikan badan jalan sebagai tempat parkir.

“Kalau dibiarkan, kota ini jadi semrawut dan terkesan tidak terkelola dengan baik,” kata dia.

Ia menegaskan, penataan kota dan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan. Rumah pompa di Jodoh dan penertiban kontainer di Batu Ampar menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga wajah kota tetap tertib dan bebas banjir. “Tujuannya satu: Batam harus lebih tertata, nyaman, dan bebas dari genangan,” ujar Amsakar.