Batam, Desaintoday.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia guna memperkuat sistem data pembangunan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Balairungsari, Lantai 3 Gedung Bida Utama BP Batam, Rabu (4/6/2025).
MoU ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam yang juga Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Turut hadir Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama jajaran pejabat tinggi BPS.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPS RI dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk menghadirkan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
“Seluruh kebijakan publik tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan data yang valid dan terpercaya. Karena itu, peran BPS sebagai lembaga kredibel penyedia statistik nasional sangat vital,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, substansi utama dari kerja sama ini adalah memastikan Pemko dan BP Batam memiliki akses terhadap data yang relevan agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Saya selalu sampaikan kepada jajaran, tanpa data, kita ibarat berjalan dalam gelap gulita. Intervensi yang dilakukan bisa jadi tidak tepat,” tegasnya.
Amsakar mengungkapkan, kesepakatan ini lahir dari diskusi informal dua minggu sebelumnya yang langsung ditindaklanjuti dengan aksi konkret berupa penandatanganan MoU.
“Ini bukti komitmen kami. Saya berharap ke depan data strategis, mulai dari energi, pertumbuhan ekonomi, hingga kemiskinan dan pengangguran, dapat diperbarui minimal setiap triwulan,” ujarnya.
Ia memastikan Pemko dan BP Batam siap mendukung penuh pengumpulan data di lapangan, bahkan telah membentuk tim teknis khusus yang akan berkoordinasi langsung dengan BPS untuk mempercepat implementasi kerja sama ini.
“Kami tidak ingin ini hanya seremonial. Kami ingin langsung bergerak. Apa pun yang dibutuhkan untuk mendukung kelengkapan data, kami siap fasilitasi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyambut baik kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai tonggak penting dalam penguatan kebijakan berbasis data.
“Ini menjadi awal dari sinergi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Tanpa data, kebijakan seperti orang buta berjalan di malam hari,” kata Amalia.
Ia menyoroti peran strategis Batam yang menopang 66 persen perekonomian Kepulauan Riau, serta potensi besar sektor maritim dengan lebih dari 135 unit industri.
“Potensi Batam harus dimaksimalkan dengan data yang berkualitas. Kolaborasi ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia,” tambahnya.
Amalia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemko dan BP Batam atas komitmennya dalam mendorong tata kelola pembangunan berbasis data.
“Semoga kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi pembangunan Kota Batam dan menjadi inspirasi nasional,” tutupnya.
















