Disnaker Minta Sesuaikan Kurikulum di Sekolah dan Minta Anak Muda Tingkatkan Skill Agar Diterima Kerja Setelah Tamat

270
Oplus_131072

Kepala Dinas Tenaga Kerja Rudi Sakyakirty, SH.MH

BATAM, Desaintoday.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pada tahun 2023 terdapat sekitar 9,9 juta anak muda usia produktif yang tidak bekerja atau menganggur. Mereka menjadi pengangguran karena makin sulit mencari kerja di masa mendatang.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirty mengatakan, fenomena seperti itu sebenarnya sudah terjadi. Persaingan kerja saat ini, terutama di Batam, semakin ketat. Sementara itu, jumlah dan kondisi pencari kerja yang ada saat ini tidak bisa diserap seluruhnya oleh industri yang ada.

Rudi mengatakan Batam dikenal sebagai kota industri, paling banyak membutuhkan tenaga kerja di posisi welder, galangan kapal, hingga teknologi atau IT. Sementara, para pencari kerja di sini kebanyakan merupakan tamatan SMA non skill atau sarjana yang jurusannya tidak sesuai dengan dunia industri di Batam.

“Hal ini menjadi penyebab munculnya pengangguran. Serapan tenaga kerja rendah karena faktor tersebut,” ujar Rudi, pada Rabu (22/5/2024).

Ia menyebut angka pengangguran yang tinggi harus dimulai perbaikan dari bangku sekolah. Sekolah-sekolah, terutama pendidikan vokasi (SMK), dapat menyiapkan jurusan-jurusan atau mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Saat ini SMK terus menambah jurusan yang berkaitan dengan skill welder, offshore, teknik rekayasa, dan teknologi digital. Sementara itu, saat ini pendidikan vokasi yang tersedia kebanyakan baru mengarah pada bidang pariwisata.

“Kurikulum Merdeka sebenarnya sudah mengarah ke situ, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah menyiapkan satuan pendidikan yang dapat menunjang program-programnya,” katanya.

Ia mencontohkan, negara Singapura sudah memiliki data anak-anak yang akan melanjutkan kuliah dan anak yang hanya lulusan SMA. Dari data itu, mereka yang tidak kuliah akan diberikan pendidikan dan pelatihan tambahan agar siap menjalani dunia kerja.

Baca juga :  Ketua Umum IKA Unri Kota Batam Amsakar Achmad, Gelar Acara Halal bihalal

Kepada para pencari kerja di Batam, ia mengimbau untuk mempersiapkan diri dengan mengasah keahlian yang dibutuhkan di sektor industri di Batam, sehingga ketika pencaker datang ke Batam tidak akan lama menganggur. Sedangkan kepada anak muda Gen Z, ia mengimbau untuk memikirkan secara matang dalam memilih jurusan sekolah dan kuliah yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kondisi saat ini para pencaker itu datang dulu baru dapat kerja atau tidak soal belakangan. Sehingga itulah mereka masuk dalam angka pengangguran terbuka, sampai mereka bisa terserap sebagai tenaga kerja,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung mengatakan saat ini untuk pendidikan terus meningkatkan pembangunan sekolah kejuruan.

“Kita membuka sekolah kejuruan agar anak-anak yang tidak melanjut bisa diasah sesuai dengan jurusan yang diinginkan. Jadi dalam penerimaan peserta didik baru tentu kita menerima dengan jurusan siswa agar mereka ketika tamat nanti bisa langsung terserap bekerja,” ujarnya. (*)