Batam, desaintoday.com – Batam bersiap menjadi salah satu lokasi pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berskala besar di Asia Pasifik. Perusahaan infrastruktur AI asal Australia, Firmus Technologies, akan menempatkan hingga 170 ribu unit Graphics Processing Unit (GPU) Nvidia di fasilitas data center di Batam mulai kuartal I 2027 hingga awal 2028.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan perkembangan investasi tersebut telah dilaporkan kepadanya.
Firmus sebelumnya mengumumkan kerja sama strategis dengan Nvidia untuk menyediakan layanan komputasi AI bagi perusahaan yang membutuhkan kemampuan pengolahan data dalam jumlah besar.
“Firmus menyatakan kerja sama tersebut akan membuat perusahaan membeli infrastruktur komputasi buatan Nvidia dan menjual layanan cloud yang ditenagai teknologi Nvidia kepada pelanggan yang disebut AI Native,” kata Amsakar.
Dalam kerja sama tersebut, Nvidia akan memasok hingga 170 ribu GPU untuk fasilitas Firmus di Batam. Perangkat tersebut akan ditempatkan secara bertahap mulai kuartal I 2027 hingga awal 2028.
Artinya, 170 ribu GPU tersebut bukan diproduksi di Batam. Perangkat buatan Nvidia itu akan dipasang dan digunakan di fasilitas data center yang dikembangkan di Batam.
“Raksasa produsen chip asal Amerika Serikat yang tercatat di bursa tersebut akan memperoleh pendapatan. Berdasarkan kesepakatan tersebut akan dikirimkan 170 ribu unit GPU. Itu akan mulai beroperasi di kuartal pertama 2027,” ujar Amsakar.
Data Center Berkapasitas 360 MW
GPU merupakan jenis prosesor yang mampu mengerjakan banyak perhitungan secara bersamaan. Kemampuan tersebut membuat GPU banyak digunakan untuk menjalankan teknologi AI, mengolah data dalam jumlah besar, hingga mendukung layanan komputasi awan.
Dengan 170 ribu GPU, fasilitas di Batam akan memiliki kemampuan komputasi dalam skala besar. Kapasitas tersebut dapat digunakan perusahaan yang membutuhkan infrastruktur untuk mengembangkan maupun menjalankan aplikasi berbasis AI.
Fasilitas tersebut dikembangkan Firmus bersama DayOne. Proyek itu direncanakan memiliki kapasitas hingga 360 megawatt.
Menurut Amsakar, dampak investasi tersebut tidak hanya dirasakan perusahaan yang membangun data center. Pembangunan fasilitas berskala besar juga akan menggerakkan kegiatan ekonomi di sekitar kawasan.
“Sekarang setiap investasi masuk itu akan memberikan kontribusi terhadap pergerakan uang di daerah,” katanya.
Ia mencontohkan pembangunan data center yang membutuhkan berbagai material dan jasa konstruksi, mulai dari baja, semen, pasir hingga kebutuhan lainnya.
“Yang kedua, pembangunan infrastruktur di daerah itu berarti akan diperlukan tenaga kerja dan akan diperlukan semacam baja hingga semen dan akan diperlukan pasir dan sebagainya,” ujarnya.
Setelah fasilitas mulai beroperasi, kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah. Perusahaan membutuhkan pekerja untuk menjalankan, merawat, dan mendukung operasional data center.
“Lalu kemudian yang ketiga juga akan mempekerjakan, merekrut para pekerja. Yang keempat tentu saja nanti bisnisnya ini pasti akan memberikan multiplier effect yang luar biasa,” kata Amsakar.
Data Center Mulai Bangun SWRO
Dampak lain yang menjadi perhatian BP Batam adalah kebutuhan air. Amsakar mengatakan perusahaan data center mulai membangun instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).
SWRO merupakan teknologi untuk mengubah air laut menjadi air tawar dengan menggunakan membran bertekanan tinggi.
“Sekarang data center itu sudah mulai membangun instalasi SWRO masing-masing perusahaan,” kata Amsakar.
Menurut Amsakar, jika produksi air dari instalasi SWRO nantinya melebihi kebutuhan perusahaan, ada kemungkinan kapasitas tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan yang lebih luas.
“Kalau instalasi ini terbangun lalu kapasitasnya melebihi produksi yang dia perlukan, sangat mungkin kita bisa change. Ini kan sudah kami bicarakan ini. Sangat mungkin ini akan bisa dimanfaatkan tatkala kita menghadapi problem,” ujarnya.
Bagi BP Batam, masuknya investasi data center juga diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam. Efeknya diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi ikut menggerakkan usaha lain di sekitarnya.
“Nah, ini nilai tambah yang kita dapat dari proses itu. Saya kira setiap orang sudah paham, setiap investasi yang masuk pasti akan memberikan multiplier effect terhadap pergerakan di daerah, terhadap kesempatan kerja, terhadap perkembangan investasi,”
“Yang pasti juga akan menaikkan baik pertumbuhan ekonomi kita maupun pertumbuhan investasi kita,” pungkasnya.(*)















