Bukan Sekadar Ikut Tren, Pemko Batam Dorong Anak Muda Jadi Pelaku Ekonomi Digital

3
Oplus_16908288

Batam, desaintoday.com – Perkembangan teknologi keuangan bergerak cepat. Berbagai inovasi bermunculan, mulai dari aset kripto, tokenisasi Real-World Assets (RWA), hingga stablecoin.

Di tengah perubahan tersebut, generasi muda Batam diminta tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka didorong berani menciptakan inovasi dan mengambil peran sebagai pelaku utama ekonomi digital.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, saat mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) bertema “Ekosistem ITSK, Pengenalan Kripto, RWA, dan Stablecoin” di Politeknik Negeri Batam, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami lebih jauh perkembangan teknologi di sektor keuangan.

Bukan hanya soal peluang, tetapi juga risiko yang muncul di balik kemudahan akses terhadap berbagai produk keuangan digital. Firmansyah mengatakan masyarakat kini berada di tengah perubahan besar dalam ekosistem keuangan.

Teknologi tidak lagi sebatas alat bantu, tetapi telah mengubah cara masyarakat bertransaksi, berinvestasi, mengelola aset, hingga menciptakan nilai ekonomi baru.

Karena itu, perkembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset kripto, tokenisasi RWA, dan stablecoin perlu dipahami secara menyeluruh.

Menurutnya, pemahaman tersebut harus mencakup peluang dan manfaat sekaligus risiko investasi, keamanan platform, fundamental aset, serta aspek legalitas.

“Jangan sampai karena fomo, kita mengambil keputusan finansial tanpa memahami fundamental aset, risiko investasi, keamanan platform, maupun legalitasnya,” pesan Firmansyah.

Akses Keuangan Tinggi, Literasi Masih Jadi Tantangan Firmansyah juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan di tengah semakin luasnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 93,61 persen, sementara tingkat literasi keuangan berada di angka 69,57 persen.

Baca juga :  Pemko Batam Umumkan Seleksi Terbuka Terkait Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2024

Pada kelompok usia 18-25 tahun, inklusi keuangan bahkan mencapai 95,69 persen, dengan tingkat literasi sebesar 73,32 persen. Sementara pada kelompok pelajar dan mahasiswa, tingkat inklusi keuangan tercatat 92,76 persen, sedangkan literasinya baru mencapai 62,72 persen.

“Artinya, anak muda kita sudah semakin dekat dengan produk dan layanan keuangan, tetapi belum semuanya punya pemahaman yang memadai tentang bagaimana menggunakannya secara bijak,” ujarnya.

Menurut Firmansyah, kesenjangan tersebut menjadi perhatian bersama. Kemudahan mengakses produk keuangan harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengambil keputusan secara cerdas dan bertanggung jawab.(*)