Keterangan Foto:Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim.
Batam, desaintoday.com – Pelaku usaha mikro di Batam mendapat ruang lebih besar untuk mengembangkan usaha. Pemerintah Kota Batam tidak hanya membuka akses pembiayaan tanpa bunga, tetapi juga menyiapkan jalur pemasaran melalui galeri produk lokal di sejumlah lokasi strategis.
Untuk memperkuat permodalan, Pemko Batam mengalokasikan Rp3 miliar melalui APBD 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk program subsidi bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro.
Melalui program ini, pelaku usaha dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp20 juta tanpa bunga, agunan, biaya administrasi, maupun biaya provisi. Tenor pinjaman maksimal dua tahun.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan, program pembiayaan tersebut terus diperluas dengan menggandeng sejumlah perbankan.
Hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 57 pelaku usaha mikro telah melakukan akad pembiayaan. Rinciannya, 22 usaha mikro memperoleh pembiayaan melalui Bank BTN, 33 melalui BRK Syariah, dan dua lainnya melalui Bank Sumut.
“Per 19 Agustus, yang sudah akad untuk pinjaman ada 22 usaha mikro di BTN, 33 di BRK Syariah dan dua di Bank Sumut,” kata Salim.
Menurut dia, skema pembiayaan tersebut diharapkan meringankan beban pelaku usaha saat membutuhkan tambahan modal. Pemerintah juga terus mendorong sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Setiap bank melakukan promosi dan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam juga kami promosikan program ini untuk memaksimalkan minat pelaku usaha terhadap pinjaman permodalan,” ujarnya.
Program subsidi bunga tersebut sebelumnya dijalankan Pemko Batam bersama Bank BTN pada 2025. Kemitraan kemudian diperluas dengan menggandeng BRK Syariah pada Juni 2026 dan Bank Sumut pada Juli 2026.
Produk Lokal Didorong Masuk Pasar Internasional
Pemko Batam tidak ingin dukungan terhadap usaha mikro berhenti pada persoalan modal. Akses pasar juga menjadi perhatian pemerintah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan D’KUMI Galeri di Terminal Feri Internasional Sekupang. Pada tahap awal, galeri tersebut menampung sekitar 550 jenis produk milik 27 pelaku UMKM Batam.
Lokasi galeri yang berada di kawasan pelabuhan internasional diharapkan menjadi etalase produk lokal bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Batam.
“D’KUMI Galeri ditujukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di kawasan pelabuhan internasional di mana banyak lalu lalang wisatawan mancanegara,” kata Salim.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam juga menyiapkan pembukaan D’KUMI Galeri di DPRD Kota Batam dalam waktu dekat.
Tidak berhenti di sana, pada 2027 Pemko Batam mengusulkan pengembangan galeri serupa di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Rangkaian program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem usaha mikro yang lebih kuat. Pelaku usaha tidak hanya dibantu memperoleh modal, tetapi juga diberi ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya.
Dengan akses pembiayaan yang lebih ringan dan pasar yang semakin luas, pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat usaha, dan naik kelas.(*)















