Batam Terminal Petikemas Percepat Layanan, Produktivitas Crane Naik 33 Persen

2
Oplus_16908288

Batam, metro24kepri.com – PT Batam Terminal Petikemas (BTP) terus menunjukkan transformasi positif dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan.

Berbagai indikator produktivitas mengalami lonjakan signifikan yang berdampak langsung pada percepatan arus logistik, efisiensi biaya operasional kapal, hingga meningkatnya daya saing Pelabuhan Batam sebagai salah satu gerbang perdagangan internasional di Indonesia.

Direktur PT Batam Terminal Petikemas (BTP), Capt. Basori Alwi saat ditemui KE Groups, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya optimalisasi operasional, pemanfaatan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyempurnaan sistem pelayanan di terminal peti kemas.

Salah satu indikator yang mengalami peningkatan adalah Container Handling Productivity. Produktivitas bongkar muat peti kemas yang sebelumnya berada pada angka 18 Box Crane per Hour (BCH) kini meningkat menjadi 24 BCH, atau tumbuh sekitar 33 persen.

Peningkatan tersebut menunjukkan kemampuan alat bongkar muat dalam menangani peti kemas menjadi jauh lebih cepat sehingga proses pelayanan kapal berlangsung lebih efisien. Kecepatan bongkar muat menjadi salah satu faktor utama dalam menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan terminal.

Tidak hanya itu, peningkatan yang lebih mencolok juga terlihat pada Ship Handling Productivity. Produktivitas pelayanan kapal melonjak dari 12 Box Ship per Hour (BSH) menjadi 40 BSH, atau meningkat sekitar 190 persen.

Capaian tersebut mencerminkan peningkatan efektivitas proses bongkar muat secara keseluruhan. Dengan produktivitas yang jauh lebih tinggi, waktu yang dibutuhkan kapal selama proses pelayanan di dermaga menjadi semakin singkat sehingga kapal dapat segera kembali berlayar untuk melayani rute berikutnya.

“Semakin tinggi produktivitas pelayanan kapal, maka semakin besar pula efisiensi yang dirasakan oleh pengguna jasa pelabuhan. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan daya saing pelabuhan di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Capt. Basori Alwi.

Baca juga :  BP Batam Gelar Silaturahmi Dengan Forkopimda

Keberhasilan transformasi operasional juga terlihat dari penurunan Vessel Turnaround Time, yakni total waktu kapal berada di terminal mulai dari sandar hingga meninggalkan pelabuhan.

Jika sebelumnya kapal membutuhkan waktu sekitar 20 jam, kini durasi tersebut berhasil dipangkas menjadi sekitar 7 jam, atau mengalami peningkatan efisiensi sekitar 65 persen.

Penurunan waktu sandar ini memberikan manfaat besar bagi perusahaan pelayaran karena mampu mengurangi biaya operasional kapal, mempercepat rotasi armada, sekaligus meningkatkan ketepatan jadwal distribusi barang.

Selain mempercepat proses pelayanan di dermaga, BTP juga berhasil menekan Waiting Time atau waktu tunggu kapal sebelum aktivitas bongkar muat dimulai.

Dari sebelumnya mencapai 1,4 jam, kini waktu tunggu kapal turun menjadi sekitar 0,6 jam, atau berkurang sekitar 57 persen.

Semakin singkat waktu tunggu berarti kapal dapat segera memperoleh pelayanan begitu tiba di pelabuhan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan pelabuhan yang efisien, responsif, dan mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha yang semakin menuntut kecepatan layanan.

Menurut Capt. Basori Alwi, seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen BTP dalam mendukung penguatan sistem logistik nasional sekaligus meningkatkan posisi strategis Batam sebagai kawasan industri, perdagangan, dan transshipment di wilayah barat Indonesia.

Dengan pelayanan yang semakin cepat, biaya logistik yang lebih efisien, serta produktivitas yang terus meningkat, Batam Terminal Petikemas optimistis mampu menarik lebih banyak aktivitas ekspor-impor maupun distribusi domestik.

Peningkatan kinerja ini juga diharapkan menjadi nilai tambah bagi investor dan pelaku usaha yang memanfaatkan Pelabuhan Batam sebagai pusat distribusi barang.

Efisiensi operasional pelabuhan diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran rantai pasok, meningkatkan daya saing industri, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepulauan Riau.

Baca juga :  Muhammad Rudi Komitmen Tuntaskan Permasalahan Sosial di Batam

Ke depan, BTP berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi operasional dan transformasi pelayanan agar standar produktivitas terus meningkat. Langkah tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Batam sebagai salah satu hub logistik modern yang mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan utama di kawasan Asia Tenggara.(*)