Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Setuju PLTN Dibangun di Batam

4
Oplus_16908288

Batam, desaintoday.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyatakan terbuka terhadap rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Batam. Ia menilai energi nuklir dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang, sepanjang hasil kajian menunjukkan teknologi tersebut efisien, aman, dan memiliki prospek yang baik.

“Kalau lebih efisien, lebih aman, dan ada prospek ke depan, keamanannya bagus, kenapa tidak,” kata Ansar, Rabu (28/10/2026).

Meski membuka peluang bagi pengembangan energi nuklir, Ansar menegaskan bahwa keputusan pembangunan PLTN tidak bisa diambil tanpa kajian menyeluruh. Aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama, selain kelayakan teknologi, efisiensi pembangkit, dan manfaatnya bagi kebutuhan energi di masa mendatang.

Ansar mengatakan, hingga kini Pemerintah Provinsi Kepri belum menerima arahan resmi dari pemerintah pusat mengenai rencana pembangunan PLTN di Batam. Informasi yang diterimanya masih sebatas pembahasan awal mengenai kelayakan proyek tersebut.

“Kita belum ada arahan dari pusat soal pembangkit nuklir di Batam. Itu kan baru disampaikan Pak Bahlil soal kelayakannya. Pemerintah pusat pasti melakukan kajian,” ujarnya.

Rencana pembangunan PLTN di Batam sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia menyebut Batam menjadi salah satu wilayah yang dikaji pemerintah untuk pengembangan pembangkit nuklir.

Bahlil mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pemerintah akan melanjutkan rencana pembangunan apabila hasil kajian memenuhi persyaratan.

“Salah satu di antaranya [lokasi PLTN] yang akan kita tempatkan, masih dalam studi, kita akan taruh di Kepri, di Batam, untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Baca juga :  Wakil Gubernur Marlin Bersilaturahmi dengan Mayarakat Sagulung

Batam bukan satu-satunya wilayah yang dipertimbangkan. Pemerintah juga mengkaji sejumlah lokasi di Kalimantan dan Sumatra. Penentuan lokasi pembangunan akan bergantung pada hasil studi kelayakan, termasuk kesiapan teknologi dan pemenuhan persyaratan keselamatan.

Wacana PLTN muncul di tengah meningkatnya kebutuhan listrik untuk menopang pertumbuhan industri Batam, termasuk manufaktur berteknologi tinggi dan pusat data (data center) yang memerlukan pasokan listrik besar dan stabil. Pengembangan energi nuklir menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Namun, kebutuhan listrik yang meningkat belum otomatis menjadikan PLTN sebagai pilihan final. Pemerintah masih perlu menilai berbagai aspek, mulai dari keselamatan nuklir, kondisi geologi dan potensi bencana di lokasi, pengelolaan limbah radioaktif, kebutuhan investasi, hingga kesiapsiagaan darurat.

Wacana pembangunan PLTN di Batam juga bukan hal baru. Pada 2009, tim Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) pernah menemui Pemerintah Kota Batam untuk memaparkan potensi pemanfaatan energi nuklir dalam memenuhi kebutuhan listrik jangka panjang.

Meski demikian, rencana tersebut kini masih berada pada tahap kajian pemerintah pusat. Belum ada kepastian mengenai lokasi spesifik, teknologi yang akan digunakan, skema pembiayaan, maupun jadwal pembangunan PLTN di Batam.(*)